Sabtu, 06 Juli 2024

Bayu Skak dan Sekawan Limo Gagal Kolaborasi dengan UMSIDA karena Kendala Tempat


Bayu Eko Moektito, atau yang lebih dikenal dengan Bayu Skak, adalah seorang multitalenta asal Malang yang telah mencuri perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Lahir pada 13 November 1993, Bayu memulai karirnya sebagai Youtuber pada tahun 2009 dengan kanal bernama "Bayu Skak". Konten videonya yang lucu dan menghibur, dengan ciri khas aksen Jawa yang kental, quickly menarik banyak pengikut dan mengantarkannya menjadi salah satu Youtuber ternama di Indonesia.

Nama Bayu Skak mungkin sudah tak asing lagi di telinga para pecinta film dan konten kreator di Indonesia. Dengan gaya komedi yang khas, Bayu Skak telah berhasil mencuri perhatian banyak penonton. Selain akting dan penyutradaraan, Bayu juga dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu. Ia telah merilis beberapa album musik dan single, dan lagunya sering diputar di radio dan platform musik online. Bayu Skak tidak hanya dikenal karena bakat dan karyanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang rendah hati dan inspiratif. Ia sering membagikan kisah hidupnya dan motivasinya melalui media sosial, dan banyak orang yang merasa terinspirasi olehnya. Kali ini, Bayu Skak berencana untuk berkolaborasi dengan Sekawan Limo, grup yang juga memiliki penggemar setia, untuk menggelar acara yang menarik di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).

Kolaborasi ini bukan hanya sekadar pertemuan biasa. Bayu Skak dan Sekawan Limo berencana untuk mengadakan acara spesial di UMSIDA yang mencakup diskusi film, sharing session tentang proses kreatif, dan tentunya tidak ketinggalan pemutaran film. Menariknya, dalam acara ini, mereka juga berencana untuk membagikan tiket nonton gratis kepada para mahasiswa UMSIDA sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap dunia perfilman Indonesia.

Namun, rencana indah tersebut harus terhenti sementara waktu. Masalah utama yang muncul adalah kendala tempat. UMSIDA, meskipun memiliki fasilitas yang memadai, saat ini sedang dalam proses renovasi beberapa gedung utamanya, termasuk aula besar yang rencananya akan digunakan untuk acara tersebut. Dengan kondisi ini, pihak kampus merasa tidak bisa menjamin kenyamanan dan keamanan bagi semua peserta acara.

Kabar ini tentu saja mengecewakan banyak pihak, baik itu mahasiswa UMSIDA yang sudah antusias menunggu acara ini, maupun para anggota Sekawan Limo dan Bayu Skak sendiri yang sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Namun, mereka semua berharap bahwa ini hanya penundaan sementara. Baik pihak kampus maupun para kolaborator tengah mencari solusi alternatif agar acara ini tetap bisa terlaksana di masa mendatang.

Kolaborasi antara Sekawan Limo dan Bayu Skak dengan UMSIDA menunjukkan betapa besarnya antusiasme dan dukungan terhadap industri kreatif di kalangan mahasiswa. Meskipun terhalang oleh kendala tempat, semangat untuk terus berkarya dan berbagi inspirasi tidak pernah pudar. Kita semua berharap bahwa di waktu yang akan datang, kolaborasi ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kampung Lali Gadget Hadirkan Workshop Wayang Bambu di Festival Kemerdekaan Vol. 3 ASTON Sidoarjo

  Sidoarjo, 17 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kampung Lali Gadget (KLG) kembali menunju...